Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Express Trasindo Utama Tbk.

Sebelum memulai analisis sumber dan penggunaan modal kerja, sebaiknya kita mengetahui mengenai sumber dan penggunaan modal kerj terlebih dahulul 

Apa itu dana dan modal kerja?

Suatu perusahaan pastinya memerlukan dana atau modal kerja yang digunakan untuk aktivitas operasionalnya. Perusahaan dapat menggunakan dana tersebut untuk kegiatan investasi yang artinya dana tersebut digunakan untuk pembiayaan dari aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan, seperti pembelian tanah, bangunan, kendaraan, mesin, dan sekaligus pembiayaan atas pemeliharaan dari aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, modal kerja perusahaan dapat digunakan untuk pembiayaan jangka pendek, seperti membayar gaji dan upah karyawan, pembelian perlengkapan, pembelian bahan baku. Pemanfaat secara efektif dan efisien modal kerja dan dana yang dimiliki oleh perusahaan mampu memberikan perusahaan keuntungan atau nilai tambah secara berkelanjutan, tetapi jika perusahaan tidak efektif dan efisien dalam mengelola dana dan modal kerja perusahaan dapat menyebabkan penurunan kinerja perusahaan.

Pengertian dana dibagi ke dalam beberapa pengertian, yaitu:

Dana sebagai Kas  

Artinya dana yang dimiliki oleh perusahaan dapat menjadi uang tunai saat dibutuhkan sehingga kas merupakan dana yang sesungguhnya dan siap untuk digunakan di setiap waktu.

Dana sebagai uang yang disimpan dalam bentuk giro atau tabungan pada bank

Artinya bahwa dana perusahaan ditempatkan pada bank dalam bentuk simpanan. Simpanan dalam bank, seperti rekening giro atau demand deposit dan rekening tabungan atau saving deposit. Dana yang terdapat dalam dua jenis simpanan tersebut dalam diambil setiap waktu yang artinya waktu pengambilan dananya tidak memiliki batasan selama telah memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh bank pada saat perusahaan membutuhkan.


Dana sebagai modal kerja

Dana yang digunakan oleh perusahaan digunakan untuk membiayai operasional perusahaan yang memiliki jangka waktu yang pendek. Modal kerja diartikan dengan seluruh aktiva lancar atau setelah dikurangkan dengan utang lancar.


Dana sebagai seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan


Pengertian modal kerja secara konsepnya dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Konsep Kuantitatif

Berdasarkan konsep kuantitatif, modal kerja merupakan seluruh aktiva lancar. Dalam konsep kuantitatif ini menjelaskan mengenai bagaimana memenuhi kebutuhan dana perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan dalam jangka pendek.


Konsep Kualitatif

Konsep kualitatif ini menitikberatkan pada kualitas dari modal kerja perusahaan. Konsep kualitatif dilihat berdasarkan selisih antara jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Kelebihan dari konsep ini adalah perusahaan dapat melihat tingkat likuiditas perusahaan.


Konsep Fungsional

Konsep ini menekankan pada fungsi dari dana yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Sejumlah dana yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dapat memberikan kenaikan laba perusahaan sehingga banyaknya jumlah dana yang digunakan oleh perusahaan dapat menentukan keuntungan yang didapat perusahaan.


 Arti Penting dan Tujuan Modal Kerja

    Salah satu kesulitan yang sering dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah efisiensi modal kerja perusahaan (Mahulae, 2020). Dalam bidang keuangan, manajemen modal kerja yang baik merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan karena apabila terdapat kesalahan dalam mengelola modal kerja dapat memberikan hambatan atau juga dapat menghentikan kegiatan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan analisis modal kerja perusahaan agar dapat mengetahui kondisi dari modal kerja perusahaan saat ini dan analisis tersebut dapat dikaitkan dengan kondisi keuangan yang akan dihadapi perusahaan di masa depan.
    Kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan dalam mengelola modalnya secara tepat dapat mempengaruhi keuntungan yang didapatkan. Sebaliknya, pengelolaan modal kerja yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Untuk menilai efektivitas dan efisiensi modal kerja yang digunakan oleh perusahaan dalam operasionalnya, manajer dapat melihat dari perhitungan rasio laporan keuangan perusahaan. Analisis rasio berdasarkan data dari laporan keuangan perusahaan penting untuk dilakukan karena dengan adanya analisis rasio, perusahaan dapat mengetahui dan menginterpretasikan kondisi keuangan perusahaan pada penggunaan modal kerja.
    Modal kerja memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan karena modal kerja dapat dikatakan sebagai nyawa dari sebuah perusahaan. Arti dari nyawa sebuah perusahaan adalah modal kerja digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari dari perusahaan atau digunakan untuk mengadakan investasi yang telah dirancang oleh perusahaan dan investasi dibutuhkan untuk modal kerja yang cukup untuk memperoleh modal kerja sehingga perusahaan harus benar-benar memperhatikan dengan baik pada setiap kemampuan keuangan perusahaan yang tersedia dan harus memperhatikan pada setiap keumungkinan risiko yang ditimbulkan.
    Tidak hanya kurangnya modal kerja bagi perusahaan yang dapat memberikan dampak tidak baik bagi perusahaan, tetapi modal kerja yang berlebihan juga dapat memberikan dampak yang tidak baik juga Berlebihnya modal kerja bagi perusahaan dapat memberikan tanda bahwa adanya dana yang tidak digunakan secara produktif sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. 

Menurut Kasmir (2019) menjelaskan bahwa secara umum dari arti penting modal kerja bagi perusahaan, terutama bagi kesehatan keuangan perusahaan, yaitu:
  1. Waktu yang dihabiskan oleh manajer keuangan lebih banyak dihabiskan di dalam kegiatan operasional perusahaan dari waktu ke waktu sehingga manajer keuangan merupakan seorang yang penting dalam perusahaan untuk memanajemen modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.
  2. Pada nyatanya, separuh dari total aktiva adalah bagian dari aktiva lancar yang dimana aktiva lancar merupakan modal kerja pada perusahaan sehingga dapat diakatakan bahwa jumlah aktiva lancar sama atau bisa lebih dari lima puluh perseb dari total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.
  3. Aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan sering mengalami perubahan yang artinya perubahan tersebut dapat berpengaruh terhadap modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan. 
  4. Modal kerja amat sangat penting bagi perusahaan, terutama bagi perusahaan yang masih relatif kecil. Perusahaan yang relatif kecil sangat terbatas untuk memasuki pasar dengan modal yang besar dan berjangka waktu panjang. 
  5. Kenaikan penjualan perusahaan sangat berhubungan dengan kebutuhan modal kerja.
Tujuan dari adanya manajemen modal kerja perusahaan, yaitu:
  1. Dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dari perusahaan.
  2. Perusahaan akan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi kewajiban pada waktunya apabila mempunyai modal kerja yang cukup.
  3. Manajemen modal kerja memungkinkan perusahaan untuk dapat memiliki persediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan.
  4. Dengan adanya manajemen modal kerja yang baik memungkinkan perusahaan dapat memperoleh tambahan modal dari para kreditor. 
  5. Manajemen modal kerja yang biak memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menarik dan dibutuhkan oleh para pelanggan dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan.
  6. Manajemen modal kerja bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan aktiva lancar sehingga dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.
  7. Manajemen modal kerja dapat melindungi perusahaan ketika terjadi krisis modal kerja akibat adanya penurunan nilai aktiva lancar.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Modal Kerja

Modal kerja dapat berasal dari internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan. Sumber internal dapat berupa dari laba ditahan serta depresiasi. Sedangkan, untuk sumber eksternal berasal dari para krditur, pemilik perusahaan, dan pemegang surat utang atau para investor. Sumber modal yang berasal dari pemilik perusahaan merupakan modal sendiri, sedangkan pemenuhan modal yang berasal dari kreditir merupakan sebuah utang bagi perusahaan. Keputusan mengenai pendanaan yang berkaitan dengan proporsi saham merupakan suatu hal yang penting karena berkaitan dengan kepentingan pemegang saham. Hal ini pun sejalan dengan teori keuangan modern yang menjelaskan bahwa tujuan utama dari perusahaan dalah untuk dapat memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham. Namun, berdasarkan Pecking Order Theory (Mayers, 1984) menjelaskan bahwa perusahaan cenderung lebih memilih sumber modal dari sumber internal dibandingkan dengan sumber eksternal perusahaan. Pemilihan sumber modal internal akan didahulukan oleh perusahaan dari pada sumber modal eksternal disebabkan sumber modal internal tidak akan menimbulkan adanya biaya modal itu sendiri.

Menurut Kasmir (2019) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi modal kerja dari perusahaan, yaitu:

Jenis perusahaan

Jenis perusahaan pada praktiknya terdapat dua macam, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang non jasa dan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Perusahaan tersebut pastinya memilik perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut terlihat pada kegiatan operasional dari setiap perusahaan tersebut. Salah satu kegiatan yang berbeda dari kedua perusahaan tersebut, yaitu apabila perusahaan nonjasa akan lebih memfokuskan kepada penangangan persediaan agar dapat terkelola dengan baik dan dapat memenuhi ekspektasi pelanggan perusahaan tersebut. Sedangkan, perusahaan jasa lebih memfokuskan kepada meningkatkan kualitas dan mutu jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut sehingga dapat memiliki keunggulan. Dengan adanya perbedaan tersebut maka kebutuhan akan modal kerja pada setiap jenis perusahaan akan berbeda pula, tetapi perusahaan yang bergerak di bidang non jasa akan lebih membutuhkan dan memiliki modal kerja yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang non jasa lebih banyak ke dalam bidang kas, persediaan, dan piutang perusahaan. Oleh sebab itu, jenis kegiatan pada setiap preusahaan akan dapat mempengaruhi kebutuhan modal kerja perusahaan tersebut.


Syarat kredit

Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan dipengaruhi oleh faktor syarat kredit. Syarat kredit yang dimaksud, yaitu syarat pembelian barang dan bahan yang akan digunakan untuk memproduksi dan Syarat penjualan yang digunakan untuk memberikan penawaran terhadap pelanggan. Syarat kredit pembelian persediaan atau bahan yang akan digunakan untuk kegiatan produksi dapat mempengaruhi modal kerja. Modal kerja yang dapat dipengaruhi secara khusus, yaitu besaran persediaan dan kas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Adanya syarat kredit pembelian, perusahaan akan mengeluarkan sedikit uang kas dan persediaan atau bahan-bahan yang digunakan oleh perusahaan akan bertambah. Sedangkan syarat penjualan adalah syarat kredit yang ditawarkan kepada pelanggan dengan pembayaran dilakukan dengan mencicil atau mengasurkan akan sangat berpengaruh terhadap modal kerja perusahaan.

Waktu produksi

Waktu produksi juga dapat menjadi faktor bagi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Semakin lama waktu proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan maka akan semakin besar juga modal kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Hal tersebut juga berlaku sabaliknya, semakin sedikit waktu proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan maka modal kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan akan semakin sedikit.

Tingkat perputaran persediaan

Persediaan merupakan kompenen penting dalam perusahaan manufaktur. Tanpa adanya persediaan yang cukup maka perusahaan tidak dapat beroperasi untuk memenuhi permintaan dari pasar. Persoalan yang sering dihadapi oleh perusahaan apabila berurusan dengan persedian, yaitu bagaimana cara perusahaan untuk dapat memprediksi dengan tepat atas persediaan bahan baku dan persediaan barang jadi yang harus selalu ada di gudang perusahaan.


Sumber Modal Kerja

Kegiatan operasioanal yang dijalankan oleh perusahaan pastinya membutuhkan modal kerja sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sumber-sumber modal kerja yang dapat dicari dari berbagai sumber yang tersedia. Namun, dalam pemilihan sumber modal kerja perusahaan harus diperhatikan dampaknya karena agar tidak menjadi beban perusahaan ke depannya atau akan dapat menimbulkan masalah yang tidang diinginkan perusahaan. Berikut beberapa sumber modal kerja yang dapat digunakan, yaitu:
    1. Hasil operasi perusahaan
    2. Keuntungan penjualan surat-surat berharga
    3. Penjualan saham
    4. Penjualan obligasi
    5. Memperoleh pinjaman
    6. Penjualan aktiva tetap
    7. Memperoleh pinjaman
Penggunaan Modal Kerja

Setelah mendapatkan modal kerja perusahaan harus mengelola dengan baik. Sumber dan penggunaan modal kerja memiliki hubungan yang sangat erat. Penggunaan modal kerja akan dapat mempengaruhi jumlah modal kerja perusahaan. Berikut contoh beberapa penggunaan modal kerja yang biasa dilakukan oleh perusahaan, yaitu:
  1. Pembelian bahan baku atau barang dagang
  2. Pengeluaran gaji, upah, dan biaya operasional
  3. Pembelian aktiva tetap
  4. Pembayaran utang jangka panjang
  5. Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi
Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Express Trasindo Utama Tbk




Sumber modal kerja PT Express Trasindo Utama Tbk. berasal dari berkurangnya aset tetap sebesar 3.049.433, berkurangnya aset tidak lancar lain-lainnya sebesar 827.904, saldo laba belum dicadangkan sebesar -14.461.199, kepentingan nonpengendali sebesar -1, dan berkurangnya modal kerja sebesar 11.523.125. Sumber-sumber modal kerja tersebut digunakan untuk membayar liabilitas pajak tangguhan sebesar 118.390, membayar jaminan pengemudi sebesar 75.000, dan membayar liabilitas imbalan kerja sebesar 565.872. Modal kerja PT Express Trasindo Utama Tbk. pada tahun 2022 menurun sebanyak 11.523.125, yang mana modal kerja tahun 2022 sebesar 58.779.551 dan modal kerja tahun 2021 sebesar 70.302.676.

Referensi:

Fransiska, D., Arifin, M. A., & Putra, A. E. (2021). Laporan Sumber Modal dan Penggunaan Modal Kerja Pada Perusahaan Handjaya Mandala Sampoerna Tbk Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Media Akuntansi (Mediasi)4(1), 1-11.

Joni, J., & Lina, L. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Jurnal Bisnis dan Akuntansi12(2), 82-97.

Kurniawan, I. (2020). PENGARUH PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP MODAL KERJA (STUDI KASUS PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK. YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2006-2013). Jurnal Ilmu Manajemen Retail Universitas Muhammadiyah Sukabumi1(2), 41-55.

Kasmir. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Rajawali Pers: Jakarta

Mahulae, D. Y. D. (2020). Analisis pengaruh efisiensi modal kerja, likuiditas, dan solvabilitas terhadap profitabilitas. Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan2(1), 1-11.

Puspitasari, R. (2009). Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Terhadap Modal Kerja. Jurnal Ilmiah Kesatuan11(2).

Satriya, I. M. D., & Lestari, P. V. (2014). Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Doctoral dissertation, Udayana University).

Santoso, C. E. (2013). Perputaran modal kerja dan perputaran piutang pengaruhnya terhadap profitabilitas pada PT. Pegadaian (PERSERO). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi1(4).

Widodo, E. (2022). Analisa Sumber-sumber dan Penggunaan Modal Kerja PT Gudang Garam Tbk dan Entitas Anak. JMK (Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan)7(2), 22-31.

















 


Komentar